Monthly Archives: August 2013

Batu Alam Andesit Alur Cacing II

Batu Alam Andesit Alur Cacing II

Batu Alam Andesit Alur Cacing II

Selain model yang sudah diposting sebelumnya Batu Alam Andesit Alur Cacing dengan alur lurus tengah. Kini saya postingkan model lain dari gabungan alur lurus minimalis dan alur cacing.

Pengerjaan model gabungan ini lumayan memakan waktu yang cukup lama,

 

Penggunaan Batu Alam dalam Gedung

Penggunaan Batu Alam dalam Gedung – Penggunaan batu alam untuk gedung seperti mall-mall mulai menggunakan batu alam. Di kota cirebon juga sudah mulai mall-mall dan hotel sudah menggunakan batu alam jenis batu alam palimanan atau batu alam andesit.

Penggunaan Batu Alam dalam Gedung

Pabrik Batu Alam

Penggunaan Batu Alam dalam Gedung

Untuk harga batu alam tergantung jenis dan ukuran batu alamnya antara Rp. 45.000 – Rp. 230.000 untuk batu alam yang ukuran standar. Jika dana kita cuman pas-pasan gunakan saja sebagai aksesoris agar dapat memberikan kesan yang alami pada rumah anda.

Batu alam banyak dijual di penjual tanaman karena banyak orang memakai batu alam hanya untuk pembuatan jalan setapak atau pelapis dinding di taman atau kolam hias. Ternyata  setelah diteliti ternyata penggunaan batu alam tidak hanya sebatas itu saja melainkan bisa juga untuk pelapis dinding pagar rumah, tembok rumah, dinding interior bahkan sampai ke lantai rumah.

Untuk jenis batu alamnya pun sangat banyak sekali mulai dari batu alam andesit, batu palimanan, batu cikuda bobos, batu candi, batu templek dan masih banyak lagi jenisnya. Warna, corak dan bentuknya pun juga beranekaragam. Ada yang abu – abu, merah, kuning, coklat dan masih banyak lagi. Sedangkan untuk alurnya juga beraneka ragam dari yang cacing matahari catur dll.

Untuk pemesanan bisa kontak kami ke 0852 888 678 38 (Yogi) atau ke E-mail : infocirebonbatualam@gmail.com Penjual batu alam harga pabrik dengan kualitas terbaik.

Nikmati keuntungan membeli batu alam di Cirebon Batu Alam yaitu “Beli Batu alam Harga Pabrik”.

Memilih Coating yang Tepat, Sesuai Dengan Batu Alam

Merawat Dinding Berbahan Batu Alam | Sumber gambar : images.google.com

Merawat Dinding Berbahan Batu Alam | Sumber gambar : images.google.com

Tidak hanya kayu yang menjadi idola saat ini, batu alam pun tak kalah trendnya. Hanya saja, banyak yang tidak tahu cara merawat dan melindungi batu alam agar tak hilang keindahannya.

Sejak jaman dahulu, batu alam sudah dipakai sebagai pilihan bahan bangunan agar semakin alami. Sekarangpun, batu alam bisa dibilang mendominasi pasar, disamping kayu. Tak hanya bangunan etnik yang memakai batu alam, arsitektur bergaya minimalis pun banyak memasukkan batu alam sebagai aksen atau point of interest.

Batu alam yang digunakan sebagai interior atau eksterior tidak akan selamanya indah jika tidak dijaga dan dirawat. Batu alam dapat dibedakan menjadi beberapa  jenis batu alam, seperti:

Batu Candi

Batu Andesit

Batu Alam Palimanan

– Batu Pasir (Sandstone)

– Batu Gamping (Limestone)

– Batu Sabak (Slate)

– Batu Marmer

Penjelasan lebih lanjut baca selengkapnya disini….

Batu Candi, terbentuk dari pendinginan lava yang keluar saat gunung meletus. Memiliki pori yang besar, dan berwarna gelap. Meski tergolong batu yang keras, tapi masih bisa diukir, sifat batu ini sangat mudah menyerap air (porous).

Batu Andesit, terbentuk dari pendinginan lava saat gunung meletus. Batu ini berwarna abu-abu, dan pori sangat sedikit. Kekerasan dan kepadatannya, membuatnya sulit tergores, serta lebih tahan cuaca dibanding batu candi.

Batu Alam Palimanan, Batu Palimanan termasuk jenis batuan pasir atau sandstone yang terbentuk dari butiran-butiran pasir melalui proses sementasi butiran pasir yang kurang kuat bahkan ada yang sangat lemah. Umumnya berwarna terang (putih, krem) dan banyak yang memiliki urat.

– Batu Pasir (Sandstone), Butiran pasir yang mengalami perubahan selama bertahun-tahun sehingga menjadi batu, asal muasal batu pasir. Ada berbagai corak batu pasir, seperti serat kayu, polos, atau berbintik-bintik. Batu ini agak lunak, sehingga mudah dipahat. Batu ini mudah menyerap air. Contoh batu jenis ini adalah paras serayu, merah banjar, dan brexy.

– Batu Gamping (Limestone), Bahan dasarnya adalah kapur, karakternya lunak dan mudah dipahat. Warna batu sangat beragam, tapi paling dominan warna kuning, krem, coklat, dan putih. Yang termasuk jenis batu ini adalah palimanan, serat jati, doreng, batu paras, dan batu hijau sukabumi.

– Batu Sabak (Slate), seringkali disebut batu kali, karena teksturnya mirip dengan batu yang ada di sungai (kali), padahal batu ini berasal dari pegunungan. Batu ini sangat keras, berpori halus, dan berlapis-lapis. Lapisan batu membuatnya sangat mudah dibelah menjadi lempengan tipis. Hal ini menyebabkan batu sabak dikenal dengan nama batu temple.

– Batu Marmer, adalah batu yang paling keras. Batu ini banyak dijadikan lempengan. Corak dan warnanya paling beragam. Yang termasuk jenis ini adalah pacitoroso, javaroso, dan marble white.

Kerusakan batu alam yang sering disebabkan oleh lumut dan jamur sangat  mudah tumbuh diatas permukaan batu yang lembab. Lumut mudah tumbuh diatas permukaan batu yang langsung terkena sinar matahari dan terkena air atau air hujan, sedangkan jamur tumbuh di atas permukaan batu yang tidak terkena sinar matahari. Salah satu cara mencegah pertumbuhan lumut dan jamur adalah dengan memberikan pelapisan (coating) yang tepat untuk batu alam.

Ada dua jenis coating yang bisa dipilih untuk batu alam, yaitu clear coating dan invisible water repellent (penetrating finish). Clear coating membentuk lapisan film di atas permukaan batu, sehingga tampak lebih indah, bersih, menonjolkan guratan batu, atau menampilkan kesan basah. Sedangkan invisible water repellent adalah coating yang tidak membuat lapisan film di atas permukaan batu, bersifat menolak air, dan membuat batu tetap terlihat alami.

Selain memberikan pelapisan dengan coating yang tepat dan perawatan batu alam pun harus memperhatikan kondisi penempatan atau pemasangan batu alam. Batu alam yang dipasang pada dinding luar kolam, sering kali masih tampak berlumut walaupun sudah diberikan coating yang tepat. Hal ini disebabkan oleh kondisi batu yang lembab karena adanya rembesan air yang masuk melalui kolam tersebut. Untuk pencegahannya, dinding kolam harus diberikan waterproofing sehingga tidak ada kebocoran pada dinding kolam.

Batu alam yang dipasang pada dinding pagar seringkali tampak putih karena alkali. Hal ini disebabkan oleh alkali yang terbawa oleh aliran air pada saat hujan, keluar melalui celah batu. Untuk mencegahnya, pagar harus didisain sebaik mungkin, sehingga tidak ada air hujan yang terjebak dan menggenang diatas permukaan pagar bagian atas. Genangan air ini menyebabkan air merembes dan membawa garamalkali keluar di celah batu alam.

Produk Pelindung Batu Alam

– Propan Stone Care, pelapis batu alam yang terbuat dari bahan acrylic solvent based, mempunyai tampilan akhir mengkilap. Cat ini melekat kuat pada batu alam dan tahan cuaca. Cocok digunakan pada batu yang berwarna tua dan gelap, seperti andesit, atau batu pacitoroso. Propan Stone Care membuat guratan dan warna batu lebih indah dan menonjol.

– Propan Aqua Stone Care, pelapis batu alam yang terbuat dari bahan acrylic larut dalam air (waterbased). Cat yang ramah lingkungan ini tidak berbau dan tahan cuaca. Cocok digunakan untuk batu berwarna mudah dan terang, seperti batu palimanan, batu bali green, dan batu pacitoroso. Cat ini menonjolkan keindahan warna dan corak batu alam tanpa merubah warna alami batu alam.

– Propan Stone Care Cat Batu Candi, pelapis batu alam yang terbuat dari bahan acrylic solvent based dengan alkaline guard. Memberikan lapisan berwarna hitam yang rata pada pemukaan batu, mampu menutup dan menghindari bercak putih yang disebabkan garam alkali serta mampu menyamakan warna batu. Cocok digunakan untuk batu berwarna hitam (gelap), seperti batu candi.

– Sicosol, larutan silicon dalam solvent yang digunakan untuk menjaga permukaan batu tetap kering dan bersih, tanpa merubah penampilan alami dan warna batu. Sicosol cocok diaplikasikan pada batu alam yang bersifat porous, seperti batu paras, atau batu palimanan, karena dapat menonjolkan keaslian tekstur batu.

Dengan beberapa pilihan produk di atas, akan memudahkan kita dalam merawatdan melindungi batu alam, agar tetap indah dan sedap dipandang mata.
Selamat Merenovasi.

Batu Alam Andesit RTA (rata alam)

Batu Alam Andesit RTA (Rata Alam)

Batu Alam Andesit RTA (Rata Alam)

 

Batu Alam Andesit RTA (rata alam) yaitu batu alam andesit yang bentuknya sebagaian permukaan batu tidak beraturan tapi alami dengan kesan menonjol sebaimana batu pecah pada umumnya yang nampak alamnya dan sebaliknya permukaannya halus karena proses pemotongan menggunakan mesin pemotong batu.

Harganya relatif lebih murah dari batu andesit bintik yang lainnya karena batu andesit RTA ini kulit dari batu andesit yang dipotong untuk jenis polos bakar ataupun jenis alur.

Batu Alam Andesit 1/2 Alur 1/2 Cacing

Batu Alam Andesit 1/2 Alur 1/2 Cacing

Batu Alam Andesit 1/2 Alur 1/2 Cacing

Batu Andesit Alur Cacing ini motif kombinasi ½ Alur Lurus dan ½ Alur Cacing.
Batu Alam Andesit merupakan batuan yang termasuk batuan sangat keras, kuat dan tahan lumut, sehingga bisa dipakai didalam maupun diluar ruangan (indoor and outdoor application) seperti : benteng, pagar, pilar atau bidang lainya. Selain memberikan kesan alami, modelnya alurnya yang sangat sederhana membuat rumah anda menjadi berkesan dinamis dan minimalis, Ukuran yang biasa dipakai adalah 15 x 30 cm dan 20 x 40 cm.

#Kami menerima pesanan sesuai dengan permintaan anda.

8 Tips Memasang Batu Koral

Batu Koral

Batu Koral

Sekarang ini, seringkali kita menemukan area carport yang langsung tersambung dengan garasi atau teras. Nah, di proyek kemarin kami mendapat kesempatan untuk memadukan keramik dengan batu koral sebagai pemanis di lantai yang menghubungkan carport dan teras. Siapa tahu proyek kami kali ini bisa menjadi inspirasi bagi Anda sekalian mengenai bagaimana memadukan beberapa ruangan dan material sekaligus. Di rumah yang kami kerjakan kemarin ini, area garasi dan terasnya menggunakan keramik sebagai pelapis sedangkan carport-nya dicor dan dipercantik dengan taburan batu koral. Agar tidak terkesan “terputus”, maka kami membuatkan sebuah area yang menjembatani antara 2 tempat tersebut. Karena kami sudah memberikan tips cara memasang keramik dari artikel sebelumnya, maka kali ini kami hanya menjabarkan bagaimana pemasangan batu koralnya. Ada 8 tips yang perlu diperhatikan :

1. Persiapkan bidang kerja.

Pemasangan batu koral di proyek ini dilakukan setelah keramik diletakkan pada tempatnya dan sudah diatur ketinggiannya. Kami memberikan pembatas pada bagian yang menurun untuk menahan adukan semen. Pembatas ini bisa dibuat dengan menggunakan batang kayu atau bahan lainnya.

Mempersiapkan bidang kerja.

Mempersiapkan bidang kerja.

 

Pasang kayu sebagai tahanan agar adukan tidak luber dan berantakan

Pasang kayu sebagai tahanan agar adukan tidak luber dan berantakan

 

2. Beri adukan semen pada bagian yang akan dipasang batu koral dan ratakan adukan tersebut.

Beri adukan semen pada bagian yang akan dipasang batu koral.

Beri adukan semen pada bagian yang akan dipasang batu koral.

 

Ratakan adukan sampai sejajar dengan permukaan keramik.

Ratakan adukan sampai sejajar dengan permukaan keramik.

 

3. Letakkan batu koral diposisinya, bisa berdasarkan pola atau secara acak.

Kami mengunakan 2 warna baru koral yang berbeda agar lebih menarik dan disusun menggunakan pola pada bagian sekitar keramik diagonal, sisanya diletakkan secara acak.

 

Letakkan batu koral di atas adukan semen.

Letakkan batu koral di atas adukan semen.

 

Penempatannya bisa dibentuk sesuai pola atau secara acak.

Penempatannya bisa dibentuk sesuai pola atau secara acak.

 

4.  Setelah semua batu tersusun, ratakan dengan cara ditekan/diketuk

Dengan kayu atau papan agar posisi batu masuk ke dalam adukan semen secara merata. Untuk kasus kami, batu ditekan sampai posisinya rata dengan keramik.

 

Ketuk-ketuk dengan papan kayu agar batu masuk ke dalam adukan semen.

Ketuk-ketuk dengan papan kayu agar batu masuk ke dalam adukan semen.

 

Ketuk sampai permukaan batu sejajar dengan semen dan keramik.

Ketuk sampai permukaan batu sejajar dengan semen dan keramik.

 

5. Setelah ditekan, beri kembali adukan semen untuk menutupi rongga antar batu koral.

 

 Berikan adukan semen di atasnya.

Berikan adukan semen di atasnya.

 

Ratakan agar rongga antar batu koral terisi dengan semen.

Ratakan agar rongga antar batu koral terisi dengan semen.

 

6.  Singkirkan kelebihan adukan semen

Dengan papan kayu supaya batu koralnya kelihatan.

 

Buang kelebihan adukan dengan papan kayu.

Buang kelebihan adukan dengan papan kayu.

 

Bersihkan sampai rata dengan permukaan keramik

Bersihkan sampai rata dengan permukaan keramik.

 

7. Supaya adukan semen basah cepat kering, taburkan semen kering di atasnya dan ratakan.

Semen kering juga berguna untuk mengikat agar batu koral tidak mudah lepas di kemudian hari.

 

Taburkan semen kering dan ratakan sambil diusap.

Taburkan semen kering dan ratakan sambil diusap.

 

Agar tidak merusak telapak tangan, sebaiknya gunakan sarung tangan pada saat menaburkan semen kering.

 

8. Bersihkan permukaan batu koral

Dengan menggunakan kain lap agar sisa-sisa kelebihan semen terangkat dan batunya terlihat kembali.

 

Gosok dengan kain selagi adukan semen belum terlalu kering

Gosok dengan kain selagi adukan semen belum terlalu kering

 

Bisa juga menggunakan kertas sak semen.

Bisa juga menggunakan kertas sak semen.

 

Teruskan menggosok sampai batu koral terlihat kembali.

Teruskan menggosok sampai batu koral terlihat kembali.

 

Setelah selesai, hasil akhirnya akan tampak seperti ini :

 

Tampak depan

Tampak depan

 

Tampak atas.

Tampak atas.

 

 

 

Kombinasi batu koral atau material lainnya dengan keramik dapat dibuat sesuai dengan keinginan kita, pola yang dihasilkan juga tidak terbatas, tergantung kreatifitas.

Demikianlah 8 tips untuk memasang batu koral yang kami lakukan di proyek kami. Semoga bermanfaat untuk Anda semua.

sumber

 

 

 

 

Batu Alam Andesit Alur Catur

Batu Alam Andesit Alur Catur

Batu Alam Andesit Alur Catur

Batu Alam Andesit Alur Catur adalah jenis batu alam dari batu andesit yang memiiki motif alur garis-garis kotak seperti catur.

Batu Alam Palimanan

Batu Alam Palimanan RTM Berwarna Kuning dengan corak melengkung.

Batu Alam Palimanan

Batu Alam Palimanan

Batu Alam Palimanan merupakan salah satu jenis batu alam yang paling banyak di pakai untuk Interior dan Eksterior  rumah agar tampak minimalis dan harganya pun lebih murah dibandingkan dengan jenis-jenis batu alam yang lain.

Batu Alam Andesit Alur Napoli

Batu Alam Andesit Alur Napoli

Batu Alam Andesit Alur Napoli

Batu andesit Alur Napoli adalah jenis batu andesit yang awalnya motif alur motif lurus pada permukaannnya yang di pepel menjadi motif alur napoli sehingga menghasilkan hasil yang alami, untuk jenis ini peminatnya cukup beragam.

 

Pilihan Finishing:
Bakar : Menghasilkan permukaan yang sedikit kasar sehingga anti slip.
Honed : Permukaan halus, tanpa kilap (doff).
Polish : Permukaan halus mengkilap.

 

 

Batu Alam Palm Cikuda Bobos Alur Napoli

Batu Alam Palm Cikuda Bobos Alur Napoli

Batu Alam Palm Cikuda Bobos Alur Napoli

Batu Palm Cikuda Bobos dengan motif alur Napoli. Batu Alam Alur napoli ini sangat bagus dipasang pada dinding atau pagar rumah anda, bentuknya yang dipepel-pepel sedemikian rupa sehingga membentuk karya seni yang sangat bagus untuk di lihat.