Memilih Coating yang Tepat, Sesuai Dengan Batu Alam

Merawat Dinding Berbahan Batu Alam | Sumber gambar : images.google.com

Merawat Dinding Berbahan Batu Alam | Sumber gambar : images.google.com

Tidak hanya kayu yang menjadi idola saat ini, batu alam pun tak kalah trendnya. Hanya saja, banyak yang tidak tahu cara merawat dan melindungi batu alam agar tak hilang keindahannya.

Sejak jaman dahulu, batu alam sudah dipakai sebagai pilihan bahan bangunan agar semakin alami. Sekarangpun, batu alam bisa dibilang mendominasi pasar, disamping kayu. Tak hanya bangunan etnik yang memakai batu alam, arsitektur bergaya minimalis pun banyak memasukkan batu alam sebagai aksen atau point of interest.

Batu alam yang digunakan sebagai interior atau eksterior tidak akan selamanya indah jika tidak dijaga dan dirawat. Batu alam dapat dibedakan menjadi beberapa  jenis batu alam, seperti:

Batu Candi

Batu Andesit

Batu Alam Palimanan

– Batu Pasir (Sandstone)

– Batu Gamping (Limestone)

– Batu Sabak (Slate)

– Batu Marmer

Penjelasan lebih lanjut baca selengkapnya disini….

Batu Candi, terbentuk dari pendinginan lava yang keluar saat gunung meletus. Memiliki pori yang besar, dan berwarna gelap. Meski tergolong batu yang keras, tapi masih bisa diukir, sifat batu ini sangat mudah menyerap air (porous).

Batu Andesit, terbentuk dari pendinginan lava saat gunung meletus. Batu ini berwarna abu-abu, dan pori sangat sedikit. Kekerasan dan kepadatannya, membuatnya sulit tergores, serta lebih tahan cuaca dibanding batu candi.

Batu Alam Palimanan, Batu Palimanan termasuk jenis batuan pasir atau sandstone yang terbentuk dari butiran-butiran pasir melalui proses sementasi butiran pasir yang kurang kuat bahkan ada yang sangat lemah. Umumnya berwarna terang (putih, krem) dan banyak yang memiliki urat.

– Batu Pasir (Sandstone), Butiran pasir yang mengalami perubahan selama bertahun-tahun sehingga menjadi batu, asal muasal batu pasir. Ada berbagai corak batu pasir, seperti serat kayu, polos, atau berbintik-bintik. Batu ini agak lunak, sehingga mudah dipahat. Batu ini mudah menyerap air. Contoh batu jenis ini adalah paras serayu, merah banjar, dan brexy.

– Batu Gamping (Limestone), Bahan dasarnya adalah kapur, karakternya lunak dan mudah dipahat. Warna batu sangat beragam, tapi paling dominan warna kuning, krem, coklat, dan putih. Yang termasuk jenis batu ini adalah palimanan, serat jati, doreng, batu paras, dan batu hijau sukabumi.

– Batu Sabak (Slate), seringkali disebut batu kali, karena teksturnya mirip dengan batu yang ada di sungai (kali), padahal batu ini berasal dari pegunungan. Batu ini sangat keras, berpori halus, dan berlapis-lapis. Lapisan batu membuatnya sangat mudah dibelah menjadi lempengan tipis. Hal ini menyebabkan batu sabak dikenal dengan nama batu temple.

– Batu Marmer, adalah batu yang paling keras. Batu ini banyak dijadikan lempengan. Corak dan warnanya paling beragam. Yang termasuk jenis ini adalah pacitoroso, javaroso, dan marble white.

Kerusakan batu alam yang sering disebabkan oleh lumut dan jamur sangat  mudah tumbuh diatas permukaan batu yang lembab. Lumut mudah tumbuh diatas permukaan batu yang langsung terkena sinar matahari dan terkena air atau air hujan, sedangkan jamur tumbuh di atas permukaan batu yang tidak terkena sinar matahari. Salah satu cara mencegah pertumbuhan lumut dan jamur adalah dengan memberikan pelapisan (coating) yang tepat untuk batu alam.

Ada dua jenis coating yang bisa dipilih untuk batu alam, yaitu clear coating dan invisible water repellent (penetrating finish). Clear coating membentuk lapisan film di atas permukaan batu, sehingga tampak lebih indah, bersih, menonjolkan guratan batu, atau menampilkan kesan basah. Sedangkan invisible water repellent adalah coating yang tidak membuat lapisan film di atas permukaan batu, bersifat menolak air, dan membuat batu tetap terlihat alami.

Selain memberikan pelapisan dengan coating yang tepat dan perawatan batu alam pun harus memperhatikan kondisi penempatan atau pemasangan batu alam. Batu alam yang dipasang pada dinding luar kolam, sering kali masih tampak berlumut walaupun sudah diberikan coating yang tepat. Hal ini disebabkan oleh kondisi batu yang lembab karena adanya rembesan air yang masuk melalui kolam tersebut. Untuk pencegahannya, dinding kolam harus diberikan waterproofing sehingga tidak ada kebocoran pada dinding kolam.

Batu alam yang dipasang pada dinding pagar seringkali tampak putih karena alkali. Hal ini disebabkan oleh alkali yang terbawa oleh aliran air pada saat hujan, keluar melalui celah batu. Untuk mencegahnya, pagar harus didisain sebaik mungkin, sehingga tidak ada air hujan yang terjebak dan menggenang diatas permukaan pagar bagian atas. Genangan air ini menyebabkan air merembes dan membawa garamalkali keluar di celah batu alam.

Produk Pelindung Batu Alam

– Propan Stone Care, pelapis batu alam yang terbuat dari bahan acrylic solvent based, mempunyai tampilan akhir mengkilap. Cat ini melekat kuat pada batu alam dan tahan cuaca. Cocok digunakan pada batu yang berwarna tua dan gelap, seperti andesit, atau batu pacitoroso. Propan Stone Care membuat guratan dan warna batu lebih indah dan menonjol.

– Propan Aqua Stone Care, pelapis batu alam yang terbuat dari bahan acrylic larut dalam air (waterbased). Cat yang ramah lingkungan ini tidak berbau dan tahan cuaca. Cocok digunakan untuk batu berwarna mudah dan terang, seperti batu palimanan, batu bali green, dan batu pacitoroso. Cat ini menonjolkan keindahan warna dan corak batu alam tanpa merubah warna alami batu alam.

– Propan Stone Care Cat Batu Candi, pelapis batu alam yang terbuat dari bahan acrylic solvent based dengan alkaline guard. Memberikan lapisan berwarna hitam yang rata pada pemukaan batu, mampu menutup dan menghindari bercak putih yang disebabkan garam alkali serta mampu menyamakan warna batu. Cocok digunakan untuk batu berwarna hitam (gelap), seperti batu candi.

– Sicosol, larutan silicon dalam solvent yang digunakan untuk menjaga permukaan batu tetap kering dan bersih, tanpa merubah penampilan alami dan warna batu. Sicosol cocok diaplikasikan pada batu alam yang bersifat porous, seperti batu paras, atau batu palimanan, karena dapat menonjolkan keaslian tekstur batu.

Dengan beberapa pilihan produk di atas, akan memudahkan kita dalam merawatdan melindungi batu alam, agar tetap indah dan sedap dipandang mata.
Selamat Merenovasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *